Showing posts with label Hiburan Fenomena. Show all posts
Showing posts with label Hiburan Fenomena. Show all posts

Tipe-tipe gaya pacaran anak kekinian

Memang hidup ini akan berarti kalau memiliki pasangan. Sudah kodratnya bagi makhluk hidup untuk menghabiskan waktu bersama dengan perbedaan pikiran. Bersama disini bisa berarti sudah resmi memangku status pernikahan atau hanya sekedar pacaran. Dalam pacaran pun ada yang hanya untuk kesenangan saja tanpa memikirkan hal serius untuk masa depan. Apapun pilihannya dalam menjalin hubungan pacaran, itu lebih baik daripada nge-jomblo. Para jomblo hanya bisa baper saat harus menjalani me-time yang entah sampai kapan berakhirnya. Ngomongin soal me time, silahkan baca ini juga :


Nah, dalam artikel ini penulis ingin mengajak anak bercanda bareng dengan temuan ilmiah nan tidak penting ini untuk sama-sama kita kuliak gaya pacaran anak sekarang. Semakin maju jaman semakin banyak juga ragam keanehan. Ada yang menuju kearah  lebih baik, tapi juga nggak jarang malah mundur ke belakang. Berikut tipe-tipe pacaran anak kekinian.
Pertama,
Clue nya adalah gaya pacaran ini dilakukan sepasang atau boleh juga kalau mau dua pasang. Tiga pasang boleh, apalagi empat pasang. Atau lima pasang mau di borong juga  (STOP!). Naluri dagang penulis keluar. Maafkan. Oke, ini menjelaskan satu hubungan yang dijalani oleh sepasang, dua pasang mungkin juga tiga pasang (Keterusan lagi. maaf). Nah, mereka ini menjalani hubungan hanya bermodalkan handphone semata. Entah tinggalnya di kota yang sama. Komplek yang sama atau bahkan tetanggaan, tapi mereka lebih nyaman berkomunikasi sebagai sepasang (oke, jangan pakai kata ini lagi, nanti keterusan.haha). Jadi intinya mereka lebih enak menjalani pacaran dengan chatting semata, video call ala anak kekinian banget.
Jenis pacaran ini dinamakan Pacaran LDR System

Kedua,
Clue untuk jenis kedua ini adalah lebih di tujukan atau lebih dirasakan sang cowok. Ketika seorang cewek cantik yang tanpa diduga menerima satu cowok ini, namun yang dirasakan saat berpacaran hanyalah kamuflase mengalihkan peran aplikasi ojek online. yah, ini diderita cowok-cowok masa kini yang entah kenapa di manfaatkan dengan begitu gampangnya oleh cewek untuk antar-jemput kemana aja dengan setia dan tanpa bayar. Kan lumayan kalau dihitung-hitung, apalagi daftar jadi 'ojol' ya kan? Jadi inget kisah cinta satu sinetron yang ceweknya cantik trus naksir sama tukang ojek yang mangkalnya di pengkolan. Kalau nggak salah judulnyaitu 'tukang haji naik bubur'(Gubrak!!). Dan jenis pacaran ini disebut dengan pacaran kang ojek (nama yang standar emang)

Ketiga,
Deskripsi dari jenis pacaran ini sangatlah mendamaikan hati. Dimana dalam berpacaran mereka (satu pasangan ini) memegang teguh adat istiadat, tata krama dan kesusilaan. Ini biasanya dijalani oleh orang-orang yang punya latar belakang pengetahuan agama yang cukup mendalam. Meski dalam satu atau bahkan lebih akan paham agama tidak menganjurkan pacaran, namun mereka yang tetap berpacaran menerapkan gaya berpacaran yang tidak mencoreng kepercayaan mereka. Pasangan ini bahkan tidak saling memegang tangan saat kencan apalagi berciuman dan lain sebagainya. Mereka lebih menjaga hubungan komunikasi yang baik untuk saling mendukung satu sama lain. Inilah yang dikategorikan sebagai pacaran religius.

Keempat,
Tentang gaya pacaran yang keempat ini lebih mengarah kepada anak kekinian yang rentang usianya mau menginjak usia dewasa muda kisaran dua puluh tahun keatas. Dimana gaya berpacaran ini lebih terlihat rapih, harmonis dan terkesan sudah resmi sekali. Apalagi dibumbui dengan panggilan bak pasangan yang sudah sah dalam status pernikahan. Mereka yang bergaya pacaran berikut ini tentu sudah mempunyai rencana matang untuk melangkah kearah status itu. Makanya gaya berpacaran ini disebut pacaran ayah bunda.

Kelima,
Kalau tipe yang ini hampir sama persis dengan tipe keempat. Sudah pacaran cukup lama dan terlihat begitu serius dalam menjalin hubungan. Cuma bedanya ini bikin baper diakhir karena tipe ini gagal sampai menikah, makanya dinamai pacaran ayah bunda nggak jadi.

Keenam,
Punya masalah dengan semangat atau mood setiap harinya. Maka inilah yang dilakukan orang-orang yang bergaya pacaran dalam kategori keenam ini. Biasanya mereka yang berpacaran dalam tipe ini jika ditelusuri lagi ternyata tidaklah tulus dan ada unsur dibelakanganya. Misal menjelang ujian nasional dan butuh orang yang menyemangati. Lagi kerja ditempat jauh supaya tetap fokus bekerja maka cari orang yang memberikan dukungan selalu. Pacaran ini disebut pacaran motivator. Walau yang dipacari bukanlah seorang motivator. atau enaknya pacarin aja ya kan motivator sekalian.

Ketujuh
Males belajar waktu ujian. Ada test mendadak di tempat kursus. atau ada penerimaan untuk bekerja dan lain-lain. Maunya enak aja. Maka berpacaranlah dengan orang yang pinter yang mau di begoin atau saling nge-begoin. Begitulah tipe pacaran yang satu ini. Mereka seperti kunci jawaban berjalan dimanapun dan kapanpun dibutuhkan dalam keadaan terdesak. Memang terkadang ini lebih membebankan satu pihak saja dalam status berpacaran, namun kadang juga keduanya mempunyai kecerdasaan yang setara hingga bisa saling menjadi kunci jawaban satu sama lain. Gaya pacaran ini disebut dengan pacaran sumber ilmu.

Kedelapan
Suka humor dan pengennya kalau pacaran bawaannya 'happy' terus. Maka inilah yang dilakukan oleh pasangan Pacaran pelawak. Dinamai dengan istilah pacaran pelawak, gaya berpacaran ini suka aneh-aneh ketika sedang bersama. Semisal kasih tebakan receh atau cerita lucu yang sungguh gagal lucu. Tapi cukup memberikan keceriaan terus dalam menjalani hari-hari.

Kesembilan
Kalau gaya pacaran kesembilan ini disebut dengan istilah pacaran korban drakor. Jadi menjelaskan satu gaya hubungan berpacaran yang serba drama, melankolik dan penuh dengan baper dimana-mana. Berasa setiap kali berpacaran ada hembusan angin disekitar wajah, daun yang berguguran dan backsound lagu romantis setiap kali sedang bersama. Sungguh sangat menyayat hati sekali jika orang dalam gaya berpacaran ini terpaksa harus mengakhiri hubungan mereka. Karena akan banyak airmata, lagu-lagu korea sedih bersenandung dan aksi-aksi lebay lainnya seperti mencemplungkan diri didalam bak mandi padahal juga nggak muat serta sebagainya-sebagainya.

Kesepuluh
Dan gaya berpacaran yang terakhir ini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kekinian. Pokoknya kalau bukan anak aplikasi bukanlah anak kekinian dan belum pantes dipacari. Sebab tujuan utama gaya berpacaran ini adalah saling 'panjat sosial' dan kolaborasi untuk diposting di akun sosial media masing-masing persisnya di Instagram dengan ala-ala dubbing, dan inilah gaya berpacaran aplikasi dubbing.

Itulah tadi kesepuluh tipe gaya berpacaran masa kini yang tentunya sudah tak asing lagi kita temui dikehidupan sekitar kita. Ada yang unik dan ada juga yang malah membuat berdecak kagum. Trus, gaya berpacaran yang manakah yang kalian sudah atau sedang terapkan sekarang? apapun itu tetap lah semangat menjalani hubungannya ya. sekian (/tm)
Readmore → Tipe-tipe gaya pacaran anak kekinian

Peristiwa Nggak penting yang Bikin Hepi

Adakalanya kita merasakan bahagia yang tidak di-schedule kan tentunya. Bahagiaitu bisa dirasakan sebagai bahagia yang tingkat kepahitannya 0,97 % atau bahkan zero percent (lebay!).
Pengennya sih nggak mau basa apalagi basi pada postingan kali ini, tapi ya gimana lagi, sekarang musim cuaca ekstrim, jajanan mahal, jalanan macet (loh1ngawur..)
Baiklah semuanya pasti lagi tidak menunggu kira-kira apa aja sih kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa dan kadang-kadang orang-orang bilang-bilang hal-hal seperti itu seperti itu (maaf nggak niat di double-in, keterusan coy). Oke, dan kalian sedang berfikir untuk segera meninggalkan laman ini karena ngerasa nggak penting, garing dan memaksa lucu. Daripada si penulis dan kalian bete, inilah peristiwa-peristiwa yang nggak penting tetapi pasti bikin kita semua hepi

Nemuin Duit di pinggir Jalan,
nggak mesti di pinggir jalansih, ditengah-tengah jalanpun kita kadang suka nemuin duit. Judulnya
kurang pas, tetapi sebagai manusia yang berfikir waras, penulis menyadari bahwa kemungkinan menemukan duit dipinggir jalan lebih besar persentasenya dibandingkan menemukan duit di TENGAH-TENGAH JALAN, karena sejatinya trotoar dipinggir jalan, tempat pejalan kaki itu di pinggiran jalan, dan kecil kemungkinan ketika mengendarai mobil atau motor ngeliat duit dipinggir jalan dan kalian stop hanya buat ambil tuh duit (kecuali 1 milyar yang ditemuin :p)  By the way, kalian pasti hepi kan kalo nemuin duit tiba-tiba. yaiyalah, so pasti gethoo.

Ketemu Artis idola di Mall
oke penulis nggak bahas kenapa mall, bakal panjang urusannya. You know lah yah!. Poin yang mau
dibagi disini adalah kebahagiaan ketika ketemu sang idola di waktu dan tempat yang tidak ditentukan, juga tanpa syarat ketentuan yang berlaku. Setibanya kita pasti senyum sumringah sumaidah siti khodijah saat menatap seorang yang digemari yang biasa ditonton ditempat sunyi sambil halusinasi (kebetulan idolanya miyabi misalnya), jadilah girang banget kan, haha.


Menang kuis,lotre,forex, ... (diisi sendiri)
Yang pasti kalo menang sesuatu yang kita pengen banget kita dapet bonusnya, pasti bikin kita hepi.
Walau kadang-kadang itu nggak baik ya, bikin kecanduan tanpa sebab. Jadi sebisa mungkin mengontrol diri kita masing-masing.

Ditraktir Liburan,
maunya sih ditraktir semua ya. Tapi lebih spesifik penulis mencantumkan liburan. Bisa dibayangkan kalo kita di treat seseorang mulai dari akomodasi, logistik, batik, terik, kerik-krik, dan sebagainya. Akan bikin kita sangat-sangat menikmati liburan tersebut, ya kan?

Dapet pasangan tiba-tiba,
ini buat para jomblo dengan tingkat kejonesan paling puncak ya. Bisa di imajinasikan jikalau dan
andaikata seorang jomblo akut secara misterius mendapatkan pasangan. dan bukan hanya pasangan, tapi juga super wow pasangan, dapet yang super cantik lah atau super ganteng.

Sementara itu dulu yang penulis mau bagi disini untuk pembaca blog ini semua. Terima kasih sudah bersedia membaca dan mengerti setiap ketidak-jelasan cerita diatas dan atau mungkin kalian juga setidaknya pernah merasakan satu diantara peristiwa-peristiwa diatas. sok atuh, dibagi disini aja.

Sekian!
Readmore → Peristiwa Nggak penting yang Bikin Hepi

Jenis pengamen di Indonesia, mulai dari yang keren sampai bikin kesal

Kita pasti mengenal hiburan jalanan yang tentu ada disekitar kita dibanyak tempat kita berkunjung atau sekedar duduk-duduk santai menikmati pemandangan indah yang ada. Profesi satu ini seringkali datang secara tiba-tiba, bahkan saat kita nggak sama sekali mengundangnya.

Pengamen biasa datang menghampiri dengan style masing-masing. Sejauh yang anda temui, termasuk dalam istilah manakah mereka:

Pengamen bener
Ini style pengamen pada umumnya. Lazimnya mereka datang lalu memainkan musik dan bernyanyi semampu mereka. Walau nggak terlalu menghibur karena ya mungkin suaranya biasa aja kali genks, jadinya kita dengerinnya juga nggak sampe yang takjub-takjub banget tapi cukuplah dihibur.

Pengamen Bener-bener
Nah kalau pengamen yang datang dengan style ini, mereka bener-bener tampil maksimal. Jadi bukan hanya untuk mencari rupiah aja tetapi mereka memang berbakat dibidang tarik suara dan bermusik. Nggak jarang nih setiap ngeliat pengamen dengan suara yang khas nan merdu serta alunan gitarnya yang kece, kita jadi terbawa suasana lalu nggak sadar hampir seluruh anggota badan ikutan goyang mengiringi musik. Kadang juga kita berkata dalam hati, "waduh abang ini suaranya bagus banget, gila kece badai. Sayang banget nggak ikutan kontes nyanyi apa gitu kek."

Pengamen iba
Pasti kita pernah bertemu ataupun didatangi satu atau dua anak kecil yang datang dengan alat musik terbuat dari tutup botol datang lalu bernyanyi semena-mena. Baru aja tampil membuka suara nggak nyampe lima belas detik, mereka udahan mengakhiri aksinya terus menagih rupiah ke kita yang nggak tahu apa-apa. Ada juga ibu-ibu yang bawa bayi digendong ikutan ngamen alakadarnya. Style mereka sama, nggak jauh dari ngasih kesan iba. Nyanyinya nggak seberapa, tapi tampilan pakaian mereka yang lusuh terus juga cara ngomongnya yang letih lunglai, apalagi yang ibu-ibu ngegendong bayi tuh bikin kita nggak tegaan. Terhibur atau enggak kita suka ngasih uang aja tanda iba kita.

Pengamen super iba
Ada lagi pengamen yang nongol dengan style super iba nya. Kalau tadi sebelumnya kita dihadapin dengan pengamen berwajah melasnya. Nah kalau yang ini mereka mengumbar kisah sedihnya, biasanya suka bilang, "maaf bapak ibu sekalian, sekiranya bapak ibu ikhlas memberi sedikit rejekinya untuk saya bisa membeli gitar lagi supaya saya bisa ngamen lagi,terima kasih", atau juga bilang kayak gini, "saya baru aja keluar dari penjara, belum juga dapat kerjaan, daripada saya nyolong atau ngerampok, sekiranya bapak ibu sekalian bisa membantu saya sekedar beli makan untuk sehari, terima kasih."

Pengamen Preman
Kita juga pasti pernah didatangi pengamen dengan style ini. Datengnya aja udah dengan gaya super songongnya. Nggak jarang mereka permisi juga enggak terus main nyelonong aja ngeletakkin botol buat kita kasih duit ke mereka secara nggak sopan. Waktu kita bilang maaf tanda menolak dengan santun, mereka langsung nyolot terus pergi sambil ngebacot nggak penting, kadang juga sambil ngata-ngatain kita. Dan ada juga yang pas kita minta maaf menolak secara halus, eh dia masih aja tetap nyanyi berharap kita kasih duit, terus lama kelamaan kayak ngasih kode kalau mereka nggak akan kabur sebelum dikasih. Dan lagi kalau kita nggak kasih, pengamen satu ini malah emosi terus mencaci maki kita. Kalau bawaan kitanya yang tempramental, nggak jarang juga suka adu mulut atau malah adu jotos sama pengamen ber-style kayak ini. Waduh emang gawat pengamen preman satu ini ya.

Semi pengamen
Entah mungkin kehabisan ide untuk mencari uang untuk bertahan hidup terutama dikota-kota besar. Mereka ini suka datang dengan gaya mereka yang berbeda yang kadang kita menilainya kayak sesuatu yang aneh. Bayangin aja pas mereka dateng di angkutan umum misalnya atau didalam angkutan lintas kota atau dimana kek, mereka dateng dengan bermodalkan mulut lalu ngedo'ain kita sebagai penumpang didalamnya. Abis selesai do'a langsung bilang makasih terus minta-mintain duit. Enak banget yak kayaknya nyari duit modal bacot gitu doang. Kadang suka kesel sendiri ngeliatnya. Heheh..

Pengamen orkestra
Dan yang terakhir ini muncul dengan persiapan yang mateng banget. Pokoknya cara mereka ngehibur orang tuh begitu special. Lengkap dengan banyak instrumen musik yang dibawa dan juga personilnya yang banyak udah kayak orang mau tawuran, mereka hadir bak pemain orkestra. Kalau mereka udah tampil dan bernyanyi, kayaknya satu kampung bakalan ikut ngedengerin alunan musik mereka yang menggelegar. Dan yang ini nih bener-bener pengamen yang bisa ngehibur, jadi bawaannya ikhlas aja gitu ngasih duit.

Terlepas dari beda-bedanya gaya pengamen yang menghibur kita. Sepatutnya kita bisa bijak dalam memberi duit dan juga merekanya sebagai pengamen juga diharepin sih jangan asal-asalan yang bikin kita susah ngebedain mana pengamen mana perampok.

Anyaway genks! Kalian punya pengalaman lain seputar pengamen, langsung aja bisa share disini. Dan terima kasih sudah membaca ya. (/tm)
Readmore → Jenis pengamen di Indonesia, mulai dari yang keren sampai bikin kesal

Ada Cerita Didalam Busway

Kenal dengan Busway? jawabannya bisa iya bisa enggak. yang jelas bagi warga Ibukota dan sekitarnya pasti tahu yang namanya Busway atau TransJakarta. Jenis penumpang Busway pun beragam, bukan hanya buat kalangan menengah ke bawah tetapi Busway juga terkadang dinikmati oleh kalangan 'jetset'.

Bagi yang udah ngerasain naik Busway, nggak bisa dipungkiri kini kita dimanjakan dengan angkutan publik yang berkualitas baik. Bayangin aja diruang tersebut, didalam Busway kita pastinya terbebas dari yang namanya asap rokok, belum lagi bau makanan atau minuman yang membusuk. Operasi Busway dijaga ketat peraturannya guna menjaga kenyamanan kita nih para penggunannya. Jadi sayang banget kalo nggak coba konsisten naik Busway, itung-itung kurangin macet kan dengan kendaraan pribadi.
Nah, kali ini yang mau dibahas bukan soal struktural Busway, rute Busway atau peraturan-peraturan didalam Busway. Kita para user Busway nggak jarang menemukan hal-hal lucu, menarik dan bikin kita sendiri kadang nggak sadar udah tertawa ngakak.
Semua tentu punya pengalaman masing-masing, punya cerita lucu tersendiri selama berkendara bersama Busway. dan berikut ada beberapa cerita nih didalam Busway yang penulis mau bagikan untuk kalian semua yang lagi membaca. Setidaknya tiga cerita ini akan bikin kalian terhibur atau malah ketawa ngakak abis-abisan:

Cerita 1
Kalau naik Busway, lazim banget kita liat orang-orang pada tidur didalamnya. Entah karena capek atau emang lagi trend dikalangan pengguna Busway. Toh, sewaktu pagi-pagi berangkat juga masih aja kita liat orang-orang mejemin mata terus tidur ayaman. 
ngomongin soal tidur, yang satu ini tidurnya agak bermaksud. Suatu ketika ada ibu muda nih, cakepnya sih nggak banget alias biasa aja (maaf ya bu.heheh) lagi duduk didalam Busway dengan tujuan tertentu. Di sebelah kanan si ibu, ada bapak kumisan standar kang somay depan gerbang sekolahan, sedang di sebelah kiri si ibu ada cowok muda ganteng yang kayaknya anak kuliahan. Si ibu mulai mejemin mata sewaktu Busway mulai jalan. Si ibu keliatan capek banget sampe kepalanya kayak mau jatuh (kesebelah kiri). awalnya sih si penulis kira biasa aja, tapi lama-kelamaan kok nih ibu kepalanya pura-pura jatuh kepentok pundak si abang ganteng, bangun, tiduran lagi, jatuhin kepala (kesebelah kiri lagi) terus bangun dan begitu seterusnya. dan kejadian ini berlangsung hingga si cowok muda ganteng stop di halte yang dituju.
Dari situ penulis sadar bahwa Busway sudah menjadi ajang modus ibu-ibu jablay. hehehe..

Cerita 2
Dari awal masuk pintu Busway ada satu cowok dengan bulu jamban lebat dimukanya hampir jatuh oleng lantaran mau buru-buru masuk. Si cowok ini sepertinya baru pertama kali naik Busway dan belum terbiasa dengan tekanan, goyangan serta genjotan Busway kalo lagi jalan.Hehehe..
udah tau baru sekali naik Busway, sewaktu angkutan ini jalan nih cowok gaya-gayaan mainin hape dengan tangannya (kedua tangannya) tanpa peduli dengan pegangan tangan yang disediain. Dan benar dugaan, cowok ini oleng lagi dan jatuh di paha penumpang dibelakangnya yang sedari tadi menonton bagian bokongnya. Bisa ngebayangin kan ekspresi penumpang yang dijatuhin tubuh cowok itu ? dan bisa juga kan ngebayangin gimana lucunya si cowok berbulu jamban itu jatuh? Hahah..

Cerita 3
Kalo cerita yang berikut ini tentang seorang cowok bermuka korea yang tampak juga baru pertama kali naik Busway. Belum bisa dipastikan sih apakah cowok tersebut benar-benar cowok korea atau hanya cowok Indonesia yang bermuka negara gingseng itu. Jadi, yang menarik dari aksi cowok ini, sewaktu masuk ke dalam Busway tepat setelah pintu Busway tertutup, doi langsung nemplok di pintu otamatis itu sambil ngeliat view diluaran. Ngeliat pemandangan dari dalam Busway sih biasa aja, tapi yang luar biasa dari cowok satu ini, dia udah persis cicak yang nyangkut di dinding nungguin nyamuk, mulutnya terbuka lebar terus dua tangan nempel dikaca pintu. Hehehe..

Dari ketiga cerita tadi, ada nggak nih yang pernah kalian lakuin atau kalian liat sewaktu ada didalam Busway? mari berbagi dikolom komentar yah. Dan inti cerita diatas sih bukan maksud untuk merendahkan atau melecehkan pelaku dalam cerita tapi buat hiburan aja yah. So, jangan diambil hati.Terima kasih sudah membaca. See you (/tm)
Readmore → Ada Cerita Didalam Busway

Tipe Teman Sosmed Kamu

Bicara soal era digital dan internetisasi, dimana lebih dari setengah waktu kehidupan seseorang bergantung kepada dunia maya, tentunya sosial media. Bosen sedikit, atau lagi bete kurang kerjaan bahkan saat ada kerjaanpun kita terkadang menyita waktu beberapa menit, malah lebih dari itu untuk sekedar up date info pribadi atau melihat-lihat perkembangan terbaru di sosial media tertentu, apa yang sedang hangat diperbincangkan saat itu di sosial media seakan membuat kita takut kehilangan sedetik saja moment tersebut.
Nah, tanpa kita sadari juga, sosial media telah membuat kita menemukan kenalan-kenalan baru, meski tidak pernah bertatap muka langsung, seperti contoh sosial media facebook dan twitter, kita secara tiba-tiba bisa mendapat permintaan pertemanan atau follow dari seseorang. Kebiasaan kita didunia maya, nggak mau ambil pusing untuk menseleksi permintaan-permintaan yang masuk tersebut. Yang terpenting di daftar jumlah followers atau friends terlihat banyak, sudah membuat kita jadi berasa keren.

Dan hasilnya adalah kita tanpa sadari punya teman-teman dengan ciri khusus yang berbeda dan tidak kita temui di dunia secara nyata atau kontak fisik. Inilah beberapa tipe teman yang sering kita jumpai di sosial media. Siapakah mereka?

- Tipe Likers
Teman tipe ini paling gampang memberikan jempolnya untuk status pribadi kita. Entah ngebaca atau enggak, tipe teman seperti ini seolah nggak peduli dan langsung menekan tombol like di sosial media kita. Mulai dari foto selfie, status gokil, postingan galau, bahkan berita duka juga nggak segan dia kasih like atas status kita itu di sosial media. Kalau dipikir lagi, contoh misalnya kita ngepost, "telah meninggal dunia, bla..bla.." dan nggak lama teman likers ini langsung nge-like status itu tanpa komen apapun. Logikanya kan dia berarti suka dengan yang menimpa kita dalam status itu, iya nggak? Heheh..

-Tipe Stalkers
Ini tipe teman di sosial media sebagai secret admire kita. Tiap apapun gerak-gerik kita di dunia maya nggak luput dari pantauan si teman stalkers ini. Tipe teman satu ini susah ditebak keberadaannya, kadang-kadang dia jadi silent readers status kita, kasih kasih like, kadang komen dengan bahasa umum, tapi dibelakang kita dia memantau dengan maksud tertentu, nggak jarang koleksi selfie kita di sosial media jadi koleksi pribadi teman yang stalking ini. Hati-hati yah! :-)

-Tipe Silent Audience
Sesuai namanya, tipe teman dunia maya ini lebih pasif dari tipe yang lain. Dia nggak suka mengumbar like atau celoteh banyak di setiap status atau postingan kita di sosial media. Tapi secara diam-diam dia menjadi penonton dari aktivitas kita didunia maya, bedanya dengan teman stalkers, teman silent audience ini nggak baper dengan kita, nggak lagi jadi secret admire nya kita, alasan terbesar mereka lebih kepada gengsi,takut kita pamornya naik dan berasa jadi ngartis di sosial media.

-Tipe Komentator
Pernah nonton bola yang ada komentatornya? Atau acara talent show yang sehabis tampil di komentari oleh beberapa orang tertentu. Nah, tipe teman komentator ini nggak jauh beda dengan komentator asli dalam program-program talent show. Mereka seperti punya naluri untuk nge-judge atau komentarin apapun yang kita lakuin atau posting di sosial media kita. Mulai dari ngomentarin dandanan kita saat foto selfie kita post di sosmed, sampe ngomentari status kita panjang lebar, dan nggak jarang jadi debat. Tipe teman seperti ini, umumnya nggak mau kalah dalam berpendapat, tapi kalau ketemu langsung atau kontak fisik, nggak tahu yah? Kadang mereka suka jadi orang yang sebaliknya dari mereka yang didunia maya. Who knows.

-Tipe Kepowers
Nah, kalau yang satu ini, tipe kepowers artinya sang master kepo. Bisa jadi teman kepowers ini mengkombinasikan hasil temuan mereka dibeberapa sosial media kita trus mengambil kesimpulan sendiri. Misal kita bikin status menganggumi seseorang dan kita posting di facebook tanpa mencantumkan nama, inisial atau apapun yang berhubungan dengan status itu. Dan
Tiba-tiba si teman kepowers ngeliat sosial media kita di instagram memajang foto berdua dengan seseorang yang kenyataannya itu adalah sepupu kita. Udah deh, si temen kepowers ini langsung kegatelan, komentarin status di facebook dan mengaitkannya dengan temuannya di instagram kita dan mengira kita lagi jatuh cinta dengan orang yang difoto itu, yang padahal adalah sepupu kita. See ?? Mereka beneran kurang kerjaan yah? Heheh..

-Tipe Mario Teguh
Bapak Mario Teguh tentu kita tahu identik dengan bahasa-bahasa motivasinya. Entah ngefans luar biasa dengan tokoh satu itu, teman tipe Mario Teguh di sosial media suka tiba-tiba mengumbar bahasa-bahasa berat di postingan ataupun status kita. Niat mereka baik sih, artinya perhatian dan memberikan wejangan-wejangan untuk setiap persoalan yang kita rasa butuh diskusi dengan teman-teman di dunia maya. Tapi kadang-kadang karena pake bahasa yang berat dan menggurui, tipe teman Mario Teguh di sosial media ini jadi ngebikin suasana tambah kaku dan serius, yang kita sih pengennya diarahin untuk semi-serius atau bahkan dibikin santai biar persoalan jadi berasa enteng. Namun, teman tipe ini sebenarnya sangat baik dibanding tipe teman lain di sosial media, mereka punya sifat perhatian lebih dibanding yang lainnya.

- Tipe seller
Kalau tipe teman seller nggak bisa liat kesempatan sedikit dari status atau postingan kita. Ngeliat pembahasan kita di sosmed mulai rame dan menarik banyak atensi orang-orang, mulai deh mereka nawarin barang dagangan mereka. Nggak peduli melenceng dari pembahasan status atau bakalan menyinggung kita sebagai empunya status,teman tipe seller mengambil kesempatan rame tersebut untuk mencuri-curi calon pembeli barang dagangan mereka. Yah, sebenernya nggak masalah juga sih, namanya orang usaha kan biarin aja kasih jalannya, tapi kadang yang bikin kesel adalah para temen seller kadang bener-bener nggak liat kondisinya, jelas-jelas status ataupun pembahasan diskusi di group sosial media tentang yang sedih-sedih, dan tiba-tiba mereka muncul dengan kata-kata ajaibnya, "ayo sist/agan di cek barang-barang kita. Harga oke, bisa ditawar loh." , lalu mulai berasa awkward deh pembahasan tadi.

- Tipe Emoticoners
Kalau teman tipe emoticoners paling suka pajang emo-emo terbaru. Mereka suka pamer temuan emoticon yang mereka dapet gratis atau beli. Pokoknya apapun status yang kita bikin atau pembahasan apa yang lagi dibincangkan hangat, mereka cuma hadir dengan ilustrasi muka-muka lucu, emo-emo aneh tanpa satu patah kata tambahan. Teman tipe emoticoners ini lebih nyaman mengekpresikan suasana hati mereka atau pendapat mereka dengan ilustrasi emo yang mereka punya. Dan kadang mereka suka bikin kita sebel juga, habis dikomentarin atas emo yang mereka kasih, lalu mereka bales lagi dengan emo lainnya, sampe mampus juga mereka nggak ngomong dan cuma kasih emo-emo aja. Haha..

- Tipe XOXO,wkwkw
Kalau tipe yang kesembilan ini, tipe yang hemat bicara. Sukanya cuma mengumbar tertawa cool mereka dengan tulisan pengganti seperti XOXO atau wkwkw yang artinya mereka suka dan apa yang kita bikin di sosmed berhasil menghibur mereka. Lalu setelahnya mereka lenyap dari dunia maya dan akan datang lagi dengan cara yang sama, ketawa doang di sosial media.

- Tipe Self-attention
Nah yang terakhir ini tipe Self-attention. Tipe teman di sosial media ini lebih kepada tipe nebeng eksis di sosial media. Beda dengan teman tipe seller, ketika mereka mencium bau keramaian di sosial media kita, langsung mereka promosi diri, mulai dari cantumin nomor hape, akun instagram, twitter, blog dan lain-lain, dan nggak jarang ditambahkan dengan foto selfie mereka di kolom komentar sosial media kita. Dan teman seperti ini biasanya akan cepat ngartis di sosial media, tentunya dengan catatan khusus, karena mereka ngelakuinnya dengan penuh keagresifan. Tapi, tetaplah mereka teman yang baik, tipe teman ini biasanya humble dan nggak pilih-pilih temen.

Jadi, tipe teman yang mana yang sudah atau pernah kalian temui. Atau jangan-jangan semuanya? Separuhnya? Well, berteman itu baik, banyak teman sangatlah baik. Mari berteman guys. Terima kasih sudah membaca. See you.(/tm)
Readmore → Tipe Teman Sosmed Kamu

Hal yang dilupakan dari tahun 2000an

Ada beberapa yang beda kalau kita melihat lagi hal-hal unik yang ada ditahun 2000an. Masih ingat dengan majalah bobo,misalnya?Atau kartun-kartun lucu di minggu pagi? Semua masih terasa asik dimasa saat itu. Anak atau remaja yang lahir di era 90 an tentu paham rasanya menjadi anak-anak penuh rasa ingin tahu dan kreatif.

Beberapa hal memang berkembang pesat dan mempermudah kita dalam melakukan apapun. Nah, kali ini penulis akan kasih beberapa hal-hal yang menjadi plus atau minus di tahun 2000an. Apa aja yang jadi point-pointnya? Kita cek berikut ini:

1. Privasi is Number One
Kebayang jaman dulu privasi itu jadi point yang dijaga banget oleh pemiliknya. Nggak usah ditutup-tutupin deh! Waktu dulu era sebelum internet semakin merajala lela,baik cewek maupun cowok suka tulis-tulis pengalaman sehari-hari dibuku harian. Cowok mungkin males nyebutnya diary, dan cewek suka banget dengan sebutan itu.
Nah, kalau dulu ada orang aja yang tiba-tiba jahil ambil buku harian yang selalu dibawa di tas nih bagi cewek-cewek, pastinya itu bikin emosi, si cewek itu mungkin bilang ke temennya yang kepo itu, "eh! Punya tata krama nggak loe? Baca-baca privasi orang?"
Trus, coba kalian bandingin dengan anak zaman sekarang!
Anak zaman sekarang atau juga kita nih yang holic banget dengan gadget, kadang-kadang suka posting hal-hal pribadi ataupun curhatan, anehnya lagi suka pada kesel kalau postingan itu nggak rame ataupun nggak ada yang komentar. Kita malah marah-marah kalau privasi kita nggak digubris sama orang. Iya nggak? Hahah

2. Gadget is my everything than family, unrealized!
Balik lagi soal curhat tadi, gadget sekarang sudah jadi simulator seorang bagian keluarga kita tanpa disadari.
Kalau ada apa-apa, mau minta pendapat, bukannya tanya keluarga,mama? Papa? Atau kakak-adek dirumah, ini kita malah tanya netizen di sosial media yang padahal semuanya itu belum tentu baik untuk kita terima. Terkadang keluarga bukan prioritas untuk tempat solusi tanpa kita sadari, artinya gadget menjauhkan kita dari keluarga.

3. Mana Ranah pribadi mana Publik, Don't know?
Saking bebasnya berpendapat di dunia maya, kita sendiri lupa untuk menjaga etika dan tata krama dalam bertutur.
Blak-blakan itu boleh, jujur dengan pendapat juga boleh, tapi kalau sudah menyinggung atau membunuh karakter orang, mem-bully dan menyingkirkan hakikat manusia yang ingin dihargai, itu tentunya jadi hal yang salah. Dulu kita takut sekali akan menyinggung orang dengan kata-kata kita. Kalau kamu masih ada dizaman surat-suratan, pasti paham betul untuk menuliskan kata-katanya harus dipilah-pilih yang santun, enak dibaca dan bersahabat, bayangkan dengan komentar sekarang didunia maya! Keduanya dilakukan dengan media yang sama yaitu tulisan, tapi karakter yang ditunjukkan malah mundur kebelakang seperti tidak ada unsur pendidikannya. Faktor tidak bertatap muka langsung dengan lawan bicara mungkin jadi alasan untuk lebih berani menghina dan mengucilkan. Jadi, ditelaah lagi ya guys! Be more polite!

4. Tontonan itu Tuntunan.
Kalian pasti pernah dengar istilah klasik tentang cara bayi secara alami belajar. Yah! Mereka meng-imitasi atau secara harfiahnya meniru. Nah, seperti bayi kita juga secara tidak langsung dibentuk karakternya oleh apa yang kita lihat dan tonton setiap harinya. Televisi sekarang terus berkembang dengan kreativitas dan keragaman acaranya, tapi nilai komersil kadang menghilangkan unsur utama televisi dalam membentuk karakter bangsa.
Sekarang banyak banget acara televisi yang menunjukkan sisi-sisi angkuh, cuek, licik, kontras atau frontal, dan banyak lagi lainnya. Alasan untuk menunjukkan sebuah realita bahwa tidak semua manusia di Indonesia ini adalah malaikat baik hati itu bagus, tapi juga tidak harus selalu menunjukkan hal-hal yang buruk seperti berita korupsi dan sifat tidak santun lainnya yang tadi udah disebutin.
Coba kita bandingkan dengan tayangan televisi saat itu ditahun 2000an. Mulai dari sinetron nya, berita dan lain-lain, dari acara tersebut setidaknya pemain dibelakang layar punya usaha untuk menunjukkan nilai pembelajaran yang bisa dipetik dari sebuah acara.

Kalau kalian ingat sinetron lupus. Disini mungkin atau tentunya ada sisi jelek yang terpublish dalam adegan-adegannya, tapi kita masih bisa mengambil pelajaran dari keseharian lupus yang pekerja keras, kreatif, sayang keluarga.
Keluarga cemara juga salah satu sinetron yang serupa yang menunjukkan nilai peduli sesama.
Mungkin memang ada atau faktanya banyak keluarga tidak harmonis, orang-orang dengan bersifat ganda atau biasanya sih kalian bilang dengan kata 'munafik', tapi satu yang harus dipikirkan adalah masih ada juga keluarga harmonis, karakter yang baik, peduli dan lain-lain yang bisa dikemas dalam suatu acara, hasilnya bisa jadi pelajaran kita untuk secara langsung atau tidak langsung terstimulasi untuk mencontoh karakter tersebut.
Bagi kalian yang masih sempat merasakan era 2000an, tentu sempat pula merasakan atmosfer saling percaya, tidak menaruh curiga terhadap lawan bicara, tentunya selalu berfikir positif kepada siapapun tanpa pamrih.

5. Me time is forever than go hangout
Dulu sebelum sosial media berkembang, kita nih anak atau remaja tahun 2000an paling bete kalau dirumah sendirian, biasanya saat libur sekolah dihari minggu. Habis nonton kartun pagi-pagi siangnya bingung mau ngapain, akhirnya keluar rumah kumpul sama anak-anak komplek main kelereng, layang-layang, tamiya, crushgear, beyblad dan lain-lain. Untuk yang beranjak remaja saat itu ke mall main game sama-sama, nongkrong tempat temen, main sepatu roda an, dan banyak lagi. Tapi semenjak menjamurnya media sosial, kita cenderung fokus pada gadget smartphone, ketawa-tawa di group sosial media, cuci mata liat pemandangan via instagram, yang kesemuanya itu tidak secara real dirasakan oleh motorik kita. Kita sebetulnya tetap bersosialisasi, namun sifatnya yang sekarang ini tidak melibatkan saraf motorik kita, alat gerak kita, jadi cenderungnya kurang sehat. Ujung-ujungnya kalau udah fun di sosial media, jadi keasyikan dan males untuk keluar rumah.

6. Faster! Faster! Faster!
Nah, kalau yang ini kita diuntungkan sebagai penikmat kecanggihan teknologi di masa kekinian. Dijaman sekarang semua dipermudah dan cepat. Kirim surat, dari email langsung main hitungan menit sudah sampe ke penerima. Coba bayangin waktu sebelum internet, kirim surat hari ini kemungkinan sebulan nyampe dan dua bulan berikutnya baru dapet balesan.
Inget masa-masa kirim surat ke artis waktu era dua ribuan? Pengalaman seorang teman, kalau dulu dia coba kirim surat ke artis dengan bahasa santunnya biar si artis respect trus ngebales, kirimnya hari ini, enam bulan berikutnya si teman ini mendapat balesan dari si artis, saat itu kirimnya hanya boleh ke alamat stasiun tv bersangkutan. Disitu si teman seneng banget nerima balesan surat dari si artis lengkap dengan koleksi fotonya plus tanda tanganya.
Bandingkan dengan sekarang, stalking in aja artis sampe dia bosen, kalau beruntung kalian akan direspon, kalau menggunakan twitter, si artis akan retweet, lebih beruntung lagi si artis tanda tangan di fotonya trus scan dan diupload di sosial media trus di tag ke kalian, pastinya kalian akan jadi seneng banget, buru-buru print out scan an itu dan ditunjukkin ke temen-temen lainnya, nggak sampe sehari kan kalau lagi beruntung? Heheh..

7. Can go front or back anytime we want!
Yeah! Kalau udah bicara zaman gadget dan sosial media sekarang, kita bisa sesukanya untuk flashback lagi hal-hal yang dirasa penuh moment, contohnya acara tv zaman dulu era 2000an yang bagus-bagus bisa ditonton ulang di channel youtube. Bisa tahu informasi sejarah negara kita atau negara luar juga dengan mudah di akses dizaman kekinian.

Itulah tadi beberapa point yang bisa kita bandingkan dari zaman 2000an dengan zaman kekinian, tidak seluruhnya buruk juga tidak seluruhnya baik, jadi bisa-bisa kitanya aja yah!
Terima kasih sudah membaca postingan kali ini, semoga bermanfaat guys.
Readmore → Hal yang dilupakan dari tahun 2000an